Sebuah Kampus Penuh Dukacita
Satu tahun sudah diriku mengalami masa perkuliahan di institut tekno bandung ini. Kalo ibarat pacaran sih, satu tahun itu lagi masa mesra2nya hehehe ga nyambung euy.
Kampus itb ini merupakan kampus bapaku dulu dimasa mudanya. Beliau menghabiskan waktu genap 9 tahun untuk bisa tamat dan beranjak ke dunia kerja. Wah lama banget… ya, karena saat itu beliau sempat “beristirahat” dari perkuliahan untuk mencari arti hidup dengan belajar ilmu agama. Padahal belajar ilmu agama dan mencari jati diri kan bisa dilakukan tanpaharus mengorbankan kuliah…
Nah… hampir aja kejadian itu terulang kembali… demi mencari jati diri yang tak kunjung terpatri, daku jarang masuk kuliah dan jarang belajar. Idealismenya sih ingin cari duit saat kuliah, tapi jadinya malah menelantarkan kuliah.
Ya… di kampus ini daku benar2 merasakan apa yang namanya duka dan apa yang namanya suka. Tapi ga segitunya juga sih biasa aja. Tapi entah kenapa dikampus ini seringkali daku merasa minder akan teman2 yang superpower human samurai. Baru liat euy ada orang pinter yang baik hati gaul abiez jago mimpin organisasi. Dan banyak lagi yang kayak gituan disini, membuat daku jadi semakin minder. Kayaknya dikampus ini daku hanya menyampah untuk sanjungan tetangga dan sodara…. benar2 ga guna.
Read Full Post | Make a Comment ( None so far )